Belum Rampung'
Proyek pelebaran tanggul dermaga Tepa, Kabupaten Maluku Barat Daya, yang
dikerjakan sejak Februari menggunakan sumber dana APBN 2010 senilai Rp9,654
miliar, sampai saat ini belum rampung.
"Yang kami tahu, kontrak kerja penyelesaian proyeknya hanya 240 hari kalender
saat aktivitas pengerjaan dimulai bulan Pebruari, tapi sejak Agustus sampai saat
ini tidak ada kegiatan apapun," kata anggota masyarakat Tepa, J. Letlora, di
Ambon, Selasa.
Proyek pelebaran tanggul dermaga Tepa berukuran 3 x 150 meter ini dikerjakan PT.
IP yang diduga berasal dari Jakarta, sedangkan CV. Ex berfungsi sebagai
konsultan pengawas, namun saat ini tidak satu pun dari mereka berada di Tepa
untuk menyelesaikan pekerjaan.
Menurut Letlora, pelebaran tanggul dermaga ini sangat bermanfaat bagi masyarakat
setempat untuk mempermudah setiap kapal yang merapat di pelabuhan Tepa.
Sementara wakil ketua komisi C DPRD Maluku, Ampy Malioy mengatakan, proyek
pelebaran tanggul ini bukannya dihentikan oleh kontraktor tapi ada kemungkinan
mereka sedang menunggu pencairan dana secara bertahap.
"Kami akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Maluku untuk melakukan
pengecekan, tapi biasanya pencarian dana proyek yang bersumber dari APBN
dilakukan secara bertahap dan berpengaruh terhadap proses pengerjaan fisik di
lapangan," katanya.
Meskipun merupakan proyek nasional dari pemerintah pusat di daerah, tapi DPRD
Maluku juga dapat melakukan pengawasan terhadap pelaksanan proyeknya di
lapangan.
"Kami akan mengkonfirmasi Dishub Maluku untuk mengecek tindak lanjut
penyelesaian proyek ini setelah usai kegiatan Rapimnas Partai Golkar di
Jakarta," kata Malioy yang juga ketua Fraks Golkar DPRD Maluku ini.
You may view the latest post at
http://www.antaramaluku.com/kabupaten/proyek-pelebaran-tanggul-dermaga-tepa-belum-rampung
You received this e-mail because you asked to be notified when new updates are
posted.
Best regards,
ANTARA News Indonesia
john@antaramaluku.com
0 komentar:
Posting Komentar